Bos Proyek Cirebon Kaya Raya yang Kulitnya Berubah Seperti Sisik Ikan Pesugihan Pada tahun 2006, hidupku masih berantakan. Aku tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, bekerja apa saja asal halal. Kadang menjadi sopir angkutan barang, kadang mengantar orang ke luar kota, kadang membantu bongkar muat di pasar. Tidak ada pekerjaan tetap, tidak ada gaji bulanan, tidak ada jaminan besok bisa makan enak. Tapi aku selalu percaya satu hal: selama masih mau bergerak, rezeki pasti ada. Setiap sore, aku biasa mangkal di sebuah warung kopi dekat terminal lama. Warung itu sederhana. Atapnya seng, dindingnya separuh papan, dan kalau hujan deras, air sering merembes dari sela-sela atap. Tapi bagi orang-orang kecil seperti kami, tempat itu sudah seperti kantor kedua. Di sanalah sopir, tukang ojek, kuli bangunan, calo tiket, sampai pedagang asongan berkumpul. Sambil minum kopi hitam, kami membicarakan apa saja. Mulai dari harga beras, proyek jalan yang belum selesai, sampai gosip orang k...
Cerita Pesugihan Misteri di Kota Cirebon Di sudut Kota Cirebon, tak jauh dari jalan kecil yang mengarah ke daerah pesisir, ada sebuah warung makan sederhana milik seorang pria bernama Rasman . Bertahun-tahun Rasman berjualan nasi lengko, empal gentong, dan kopi hitam, tapi warungnya hampir selalu sepi. Setiap malam, ia hanya duduk menatap meja-meja kosong. Lampu warung yang redup membuat tempat itu terlihat semakin muram. Sementara warung lain ramai pembeli, warung Rasman seperti tidak terlihat oleh orang yang lewat. Sampai suatu malam, datang seorang lelaki tua memakai baju hitam. Wajahnya pucat, suaranya pelan, dan matanya tidak pernah benar-benar menatap Rasman. “Kalau ingin warungmu ramai, datanglah ke tempat yang sudah lama memanggilmu,” kata lelaki itu. Rasman bingung. “Tempat apa, Pak?” Lelaki itu hanya tersenyum tipis. “Di Cirebon, ada tempat yang bisa memberi rezeki. Tapi setiap rezeki yang datang… selalu ada yang ikut pulang.” Setelah berkata begitu, lelaki tua ...